Monumen Lettu Suyitno Bojonegoro

Monumen Lettu Suyitno Bojonegoro
Monumen Lettu Suyitno. Bagi anda warga Bojonegoro yang tinggal di wilayah kota tentu sudah tidak asing lagi dengan patung atau Monumen Pahlawan Lettu Suyitno Bojonegoro. Ya letaknya berada di titik tengah alun-alun kabupaten Bojonegoro berdiri kokoh menghadap ke selatan dengan taman bunga disekelilingnya.

Jadi apabila sedang di bojonegoro tidak salahnya anda datang ke alun-alun sekaligus mengunjungi Patung Lettu Suyitno yang syarat akan sejarah ini. Selain lokasinya yang bersih anda juga bisa menikmati sejuknya suasana pepohonan rindang yang ada di sekitar monumen lettu suyitno bojonegoro, sehingga menambah kenyamanan ketika berkunjung.

Sejarah Lettu Suyitno
Tak kenal maka tak sayang begitu pepatah mengatakan. Perlu anda ketahui bahwa Pahlawan Lettu Suyitno merupakan salah satu tokoh nasional dari bojonegoro, beliau seorang putra dari R.M.A.A Koesumobroto Bupati Tuban ke-37 (1927-1944). Oh ya nama asli beliau adalah Letnan Satu (Anumerta) Raden Mas Soejitno Koesoemobroto.

Lahir di Tuban (4 November 1925) dan meninggal di Bojonegoro (15 Januari 1949 pada umur 23 tahun), semasa hidupnya R.M Soejitno Koesoemobroto telah mengeyam Pendidikan Dasar (ELS) di Tuban kemudian melanjutkan (HOS) nya di Surabaya namun belum sampai lulus kemudian menyelesaikan pendidikan setingkat SMP nya di Tuban. Setelah itu Soejitno melanjutkan pendidikan di Syodenco (Perwira  PETA) di Bogor. Karier Soejitno diawali pada Zaman Penjajahan Jepang sebagai perwira PETA (Syodenco) di Dai Ni Daidan Tuban.

Setelah Indonesia merdeka Soejitno masuk ke Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Batalyon Suharto Resimen 30 Divisi V Tuban, Lettu Suyitno juga sempat berpindah ke Batalyon 16 Brigade Ronggolawe dengan Pangkat Letnan Satu serta jabatan sebagai Perwira Operasi, tepatnya pada awal tahun 1948.

Dan pada tahun 1949 Lettu Soejitno menjadi komandan perlawanan dan pertempuran di Palagan Temayang. Pada tanggal 15 Januari 1949 terjadi pertempuran yang dahsyat dan Lettu Soejitno sebagai komando perlawanan dalam pertempuran di Palagan Temayang, dalam pertempuran melawan Belanda tersebut beliau gugur sebagai kusuma bangsa Di Desa Mulyoagung. Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Berkat jasanya dibuatlah Monumen Pahlawan Lettu Soejitno dan kini nama beliau di abadikan menjadi nama sebuah jalan di Kabupaten Bojonegoro yaitu Jalan Lettu Suyitno.
Previous
Next Post »

4 komentar

Click here for komentar
12 Februari 2017 11.29 ×

palinga syik lihat sesuatua da sejarahnya

Reply
avatar
13 Februari 2017 15.17 ×

wisata sejarah, menarik dikunjungi

Reply
avatar
13 Februari 2017 23.20 ×

setiap kota pasti memiliki monumen pahlawan... emang setiap kota itu tak luput dari perjuangan para pahlawan... asyik mempelajari sejarah itu..

www.kananta.com

Reply
avatar
14 Februari 2017 02.16 ×

monggo mas kalau pas ke bojonegoro jangan lupa mampir ke Monumen Lettu Suyitno

Reply
avatar
Thanks for your comment