Monumen Kayu Jati Simbol Gotong Royong Bojonegoro

Monumen Kayu Jati Gotong Royong
Monumen Kayu Jati atau Monumen Gotong Royong. Bagi anda warga Bojonegoro dan sekitarnya tak ada salahnya mengunjungi sekaligus melihat benda bersejarah ini. Lokasinya terletak pada tengah-tengah jantung kota tepatnya di kawasan area Alun-alun Bojonegoro. Monumen Kayu Jati Bojonegoro juga menawarkan nilai sejarah yang sangat tinggi terkait perkembangan awal mula sampai terkenalnya kayu jati dengan kualitas dunia. Dan saya rasa tempat ini sangat cocok untuk belajar sejarah sembari berfoto ria di depan Balok Jati.

Mau tau lebih lengkap kenapa monumen kayu jati jadi simbol gotong royong bojonegoro? berikut ini merupakan cuplikan sejarah yang kami ambil dari banner Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro (DISBUDPAR), yang didalamnya juga terdapat pesan dan himbauan akan pentingnya menjaga Pelestarian Cagar Budaya.

Sejarah Monumen Kayu Jati Mbah Balok; Alkisah tentang hutan bojonegoro meyimpan sebuah sisi sejarah tentang kayu jatin-nya. Hal itu sudah berkumandang sejak kerajaan Majapahit, para prajurit majapahit melakukan jajah deso milangkori dan melaksanakan perjalanan pemekaran wilayah sampai singgah ke bumi Bojonegoro. Kala itu prajurit diberi tugas membuat pusaka/senjata untuk kelengkapan perang dan sempat singgah di hutan Kayangan Api. Saat membuat pusaka para prajurit juga menanam beberapa pohon yang bisa hidup diantaranya pohon jati.

Ternyata pohon jati paling cocok dengan jenis tanah bojonegoro, sehingga bisa tumbuh subur. Kayu Jati Bojonegoro mempunyai ciri khas panjang dan diameter yang besar serta terkenal kualitasnya, sampai terdengar ke Keraton Surokarto Hadiningrat dan kerajaan Demak, hingga sebagian bangunan pendirian keraton dan bahan untuk berdirinya Masjid Demak menggunakan kayu jati hasil hutan Bojonegoro.

Belanda juga pernah melakukan riset dan menentukan bojonegoro sebagai tanah yang cocok untuk dijadikan lahan penanaman kayu jati dengan hasil yang berkualitas dunia. Seiring dengan berkembangnya sejarah, kayu jati di bojonegoro saat ini kondisinya sangat memperihatinkan, dikarenakan kurang sadarnya masyarakat akan lingkungan.

Tahun 1994 di Jl. Prajurit Abu kelurahan Kauman dipinggir bengawan Solo ditemukan sebuah balok kayu jati dengan panjang 17 meter dan berdiameter 45 cm. Karena keberadaan kondisi serta bentunknya yang primitif, masyarakat memberi nama kayu tersebut dengan sebutan kayu jati Mbah Balok dan berhasil diamankan/diangkat dari bengawan secara gotong royong yang dipimpin oleh Pak Sarli Mahyuddin. Dengan musyawarah mufakat kayu Mbah Balok diamankan serta dititipkan di TPK (Tempat Penimbunan Kayu) desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro.

Pada tanggal 7 Nopember 2015 kayu tersebut dibawa ke Alun-alun kota Bojonegoro untuk dijadikan monumen dengan nama Monumen Gotong Royong Bojonegoro, dengan harapan kedepan akan selalu menginspirasi semangat dan perilaku "SAK IYEK SAK EKO PROYO" yang kreatif, inovatif dan produktif untuk menjadikan "Wong Jonegoro yang Sehat, Cerdas, Produktif dan Bahagia".
Previous
Next Post »

3 komentar

Click here for komentar
4 Februari 2017 11.41 ×

wah unik ya, makasih sharingnya jadi tahu

Reply
avatar
Mahfuzh Huda
admin
4 Februari 2017 18.26 ×

Kayu jati adalah komoditi Indonesia yang dilirik oleh dunia.. Informasi sejarah dari terkenalnya pohon jati ini semoga bisa mencerahakan.> Thanks for sharing

Reply
avatar
Jilbab
admin
6 Februari 2017 20.35 ×

baru tahu barusan ada monumen kayujati ini... wahhh kapan2 berkunjung kesana lah, terima kasih sudah mau share..

www.kananta.com

Reply
avatar
Thanks for your comment